Jumat, 12 Oktober 2012

HARTA HARAM PEMBAWA PETAKA


بسم الله الرحمن الرحيم

   Segala pujian hanya milik Alloh shalawat dan salam semoga tercurah bagi Rasululloh keluarga shahabat serta seluruh umatnya.Amma ba’du
   Kehidupan dunia bagi seorang mukmin adalah ujian dalam perjalanan menuju ridho Alloh Ta’ala.Maka ia tidak terpesona dengan gemerlap dunia sehingga lalai dari perjalanannya bahkan ia menjadikan nikmat dunia sebagai bekal menggapai kebahagiaan yang hakiki.
·        Ujian harta
Alloh telah menjadikan jiwa manusia mencintai dunia,kenikmatan yang segera.jika ada seorang mengaku tidak mencintai dunia maka ia adalah pendusta.
-          Cinta dunia adalah fithroh insany
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ (14) قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ (15) [آل عمران : 14,15 ]                          Artinya : dijadikan indah pada(pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)(14).Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?". untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. dan Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya(15)(QS .Al imran 14-15)
-          Nabi SAW juga cinta dunia
عن أنس قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : حبب إلي من الدنيا النساء والطيب وجعل قرة عيني في الصلاة
)سنن النسائي - (7 / 61قال الشيخ الألباني : حسن صحيح (
Dari Anas bin malik berkata bersabda Rosululloh SAW : dijadikan aku cinta dari dunia kalian wanita dan parfum dan dijadikan penyejuk mataku dalam sholat (HR.Nasa’iy)
-          Sikap Naby SAW terhadap dunia
وعن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال نام رسول الله صلى الله عليه و سلم على حصير فقام وقد أثر في جنبه . قلنا : يا رسول الله لو اتخذنا لك وطاء . فقال : [ ما لي وللدنيا ما أنا في الدنيا إلا كراكب استظل تحت شجرة ثم راح وتركها ] رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح
Dari Ibnu Mas’ud ra berkata Nabi SAW tidur di atas tikar maka berbekas di bahu beliau maka kami berkata ; ya Rasulalloh, berkenankah jika kami buatkan sofa ?beliau bersabda ; apakah urusanku dengan dunia? Tidaklah aku dengan dunia melainkan seperti musafir yang berteduh di bawah pohon lalu meninggalkannya (HR.Tirmidzy)
-          Ujian umat islam adalah ujian harta
عَنْ كَعْبِ بْنِ عِيَاضٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَإِنَّ فِتْنَةَ أُمَّتِي الْمَالُ )مسند أحمد الحاكم البيهقي (
Dari Kaab bin Iyadh ra berkata aku mendengar Rosululloh SAW bersabda ; sesungguhnya setiap umat memiliki fitnah (ujian) , dan sungguh ujian umatku adalah harta ( HR.Ahmad,Alhakim,Baihaqi )
-          Wasiat Nabi SAW untuk umat tentang dunia
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم قال : [ إن الدنيا حلوة خضرة وإن الله مستخلفكم فيها فينظر كيف تعملون فاتقوا الدنيا واتقوا النساء فإن أول فتنة بني إسرائيل كانت في النساء ] رواه مسلم
Dari Abu Said Alkhudzry ra bersabda Naby SAW ;sesungguhnya dunia itu manis dan hijau ( indah ),dan sungguh Alloh menyerahkannya kepada kalian lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat.Maka berhati-hatilah terhadap dunia dan wanita (HR.Muslim)
-          Dunia adalah surga (materi) bagi orang kafir
وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : [ الدنيا سجن المؤمن وجنة الكافر ] رواه مسلم
Dari Abu Hurairah ra bersabda rosululloh SAW ; Dunia adalah penjara bagi orang yang beriman dan surga bagi orang kafir (HR.Muslim )
فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ  [التوبة : 55]
Artinya : 55. Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.(QS.Taubah 55)
-          Ujian harta di akhir zaman
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ مَا أَخَذَ مِنْهُ أَمِنَ الْحَلَالِ أَمْ مِنْ الْحَرَامِ )صحيح البخاري (
Dari Abu hurairah ra dari Naby SAW bersabda : akan datang kepada manusia suatu zaman dimana manusia tidak lagi memperhatikan darimana dia mendapat harta apakah dari yang halal atau haram (HSR.Bukhary)
-          Menghamba dan membudak kepada selain Alloh yaitu dunia
عن أبي هريرة قال: قال رسول الله: "تَعِسَ عبدُ الدّينارِ تَعِسَ عبدُ الدّرهمِ تَعِسَ عبدُ الخَميصةِ تَعِسَ عبدُ الخميلة( البخاري)
Dari Abu Hurairah ra berkata ; bersabda Rasululloh SAW ; celakalah hamba dinar ! celakalah hamba dirham ! celakalah hamba sutra dan beludru ! celakalah dan terjungkallah dia (HSR.Bukhary)
-          Kepuasan  di dunia adalah fatamorgana
وعن ابن عباس رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال : [ لو أن لابن  آدم واديا من ذهب أحب أن يكون له واديان ولن يملأ فاه إلا التراب ويتوب الله على من تاب ] متفق عليه
Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasululloh SAW bersabda : jika anak adam telah memiliki satu lembah emas pasti ia akan mencari dua lembah lagi dan tidak akan memenuhi mulutnya selain tanah (kubur)(HSR.Bukhary Muslim)
   Semoga Alloh menganugerahkan kita harta yang mendekatkan kepada Alloh dan menjadi jembatan kebahagiaan sejati yang abadi yaitu akhirat serta mennjadikan harta dunia di tangan bukan di hati kita.Amin.

·        Akibat harta haram
Harta menjadi haram bisa karena jenisnya maupun cara mendapatkannya.Harta tersebut akan membawa banyak akibat buruk,di antaranya adalah ;
-          Durhaka dan bencana
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
[ البقرة 168]
Artinya : Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.(QS.Al Baqoroh 168)
Syaithon telah melangkah jauh menuju neraka,maka janganlah kita mengikuti jejaknya dengan memakan yang haram dan buruk.
قَالَ إِنَّ أَوَّلَ مَا يُنْتِنُ مِنْ الْإِنْسَانِ بَطْنُهُ فَمَنْ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا يَأْكُلَ إِلَّا طَيِّبًا فليفعل ( البخاري )
Naby SAW bersabda ; Sesungguhnya yang pertama kali membusuk dari manusia (dalam kubur) adalah perutnya maka jika kalian dapat menjamin tidak memakan kecuali yang baik maka lakukanlah (HSR.Bukhary)
وعن عائشة رضي الله عنها قالت : كان لأبي بكر الصديق رضي الله عنه غلام يخرج له الخراج وكان أبو بكر يأكل من خراجه فجاء يوما بشيء فأكل منه أبو بكر فقال له الغلام : تدري ما هذا ؟ فقال أبو بكر : وما هو ؟ فقال : كنت تكهنت لإنسان في الجاهلية وما أحسن الكهانة إلا أني خدعته فلقيني فأعطاني لذلك هذا الذي أكلت منه . فأدخل أبو بكر يده فقاء كل شيء في بطنه . رواه البخاري.............................
Dari Aisyah ra berkata ; dahulu AbuBakr ra mempunyai seorang budak yang biasa memberikan kharaj ( setoran ) kepadanya.Maka pada suatu hari AbuBakr ra makan dari pemberiannya lalu budak itu berkata ; tahukah engkau darimana ini?Abubakr ra berkata ; darimana?ia menjawab; aku dahulu di zaman jahiliyah berpura – pura menjadi dukun untuk seseorang, maka tadi ia bertemu denganku lalu memberikan hadiah makanan yang engkau makan tadi!.Maka Abubakar ra memasukkan tangan kedalam mulutnya lalu memuntahkan semua isi perutnya (HSR.Bukhary).
   Harta haram hanya akan membawa bencana baik bencana pada harta,badan bahkan hati manusia.Harta yang baik menjadi hancur , badan penuh dengan penyakit dan hati sangat sulit mendapat hidayah.Wal iyadzu billah min dzalik.
-          Mudah bermaksiat
يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ [المؤمنون : 51]
Artinya: Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya aku Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan(QS.Al Mukminun 51)
   Ayat di atas memberikan gambaran tentang dekatnya hubungan sebab akibat antara makanan yang buruk dengan perbuatan yang buruk.Makanan yang baik dengan perbuatan yang baik.
-          Mengikuti jalan yahudi
وَتَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ [المائدة : 62]
Artinya: dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya Amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu(QS.AlMaidah 62)
   Bani israil yang dahulu banya membunuh nabi-nabi,menentang perintah Alloh ternyata salah satu sebab  kedurhakaan mereka adalah memakan harta yang haram.
-          Harta haram adalah api neraka dalam tubuh
يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ النَّارُ أَوْلَى بِهِ( مسند أحمد)
Naby SAW bersabda ; Wahai Kaab bin Ujrah, sungguh tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari yang haram, nerakalah yang lebih pantas baginya (HR.Ahmad)
-          Doa tidak dikabulkan,ibadah bisa tidak diterima
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ( إن الله تعالى طيب لا يقبل إلا طيباً، وإن الله أمر المؤمنين بما أمر به المرسلين، فقال تعالى: { يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا } [المؤمنون:51]، وقال تعالى: { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ } [البقرة:172]، ثم ذكر الرجل يطيل السفر أشعث أغبر يمد يديه إلى السماء، يا رب! يا رب! ومطعمه حرام، ومشربه حرام، وملبسه حرام، وغذي بالحرام، فأنى يستجاب له؟ )رواه مسلم..........................................
Dari Abu hurairoh ra bersabda Rasululloh SAW : sesungguhnya Alloh baik dan tidak menerima kecuali yang baik, dan Dia memerintahkan kaum mukmini dengan apa yang Dia perintahkan kepada para rasul,Alloh berfirman (yang artinya); Hai para rasul makanlah yang baik dan beramal shalihlah(Almukminun 51) dan berfirman (yang artinya); hai orang-orang yang beriman,maka yang baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian (Al Baqoroh 172).Kemudian beliau menyebut tentang seorang yang bersafar berdebu bajunya kusut masai rambutnya menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata ;ya Robb...ya Robb..,tetapi makanannya haram,minumannya haram,pakaiannya haram,diberi makan dengan yang haram maka bagaimana akan dikabulkan (doa)nya??(HSR.Muslim) 
عن مجاهد عن ابن عباس رضي الله عنهما قال لا يقبل الله صلاة امريء في جوفه حرام( جامع العلوم والحكم)
Dari Mujahid dari Ibnu Abbas ra,ia berkata ; Alloh tidak menerima sholat seorang yang dalam tubuhnya ada makanan haram.

-          Sebab kehinaan
عن ابن عمر قال سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول " إذا تبايعتم بالعينة وأخذتم أذناب البقر ورضيتم بالزرع وتركتم الجهاد سلط الله عليكم ذلا لا ينزعه حتى ترجعوا إلى دينكم(سنن أبي داود)
 Dari Ibnu Umar ra ; bersabda Naby SAW ; jika kalian telah (biasa) bertransaksi dengan riba(bunga),dan mengikuti ekor sapi dan puas dengan pertanian serta meninggalkan jihad maka Alloh akan menguasakan atas kalian kehinaan yang tidak akan dicabut hingga kalian kembali kepada agama kalian (HR.Abu Dawud)
-          Mengundang adzab Alloh
عن ابن عباس قال : نهى رسول الله صلى الله عليه و سلم أن تشتري الثمرة حتى تطعم و قال : إذا ظهر الزنا و الربا في قرية فقد أحلوا بأنفسهم عذاب الله (المستدرك و شعب الايمان)
Dari Ibnu Abbas berkata bersabda Naby SAW jika telah tampak zina dan riba pada suatu negeri maka berarti mereka telah mengundang adzab Alloh ( HR.AlHakim & Baihaqi)

·        Taubat dari harta haram
   Alloh Maha Pengampun namun Ia tidak akan mengampuni dosa yang berkaitan dengan hak manusia sebelum hamba bertaubat dan meminta keredhaan saudaranya.Kesulitan hidup tidak bisa menjadi alasan memakan harta yang haram apalagi membunuh diri.Alloh berfirman ;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا [النساء :29]
Artinya ; Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu(QS.Annisa 29).
Adapun cara bertaubat dari harta yang haram yang terlanjur didapatkan adalah jika ;
-          Dari transaksi yang tidak saling ridho
Seperti mencuri,merampas atau merampok maka dengan mengembalikan hak saudaranya ;
على اليد ما أخذت حتى تؤدي (رواه أحمد)
Naby SAW bersabda ; tangan yang mengambil barang orang dengan cara yang tidak diridhainya wajib menanggung barang tersebut hingga dikembalikan kepada pemiliknya (HR.Ahmad)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ (صحيح البخاري ت - (6 / 241)
Dari Abu Hurairah ra bersabda Naby SAW; barang siapa telah mendzalimi saudaranya pada harta atau selainnya maka hendaklah meminta saudaranya merelakan pada hari ini sebelum datang hari yang tak lagi bermanfaat dinar dan dirham, jika ia memiliki amal shalih maka diambil sesuai kedzaliman tsb namun jika ia tidak memiliki kebaikan maka diambil keburukan orang yang didzalimi lalu dipikulkan padanya(HSR.Bukhary)
   Jika pihak yang didzalimi tidak lagi diketahui keberadaannya maka barang/uang tersebut disedekahkan untuk orang miskin, atau pembangunan fasilitas umum dengan diniatkan atas nama pemilik harta tersebut.

-          Dari transaksi yang saling ridho
Cara bertaubat dari transaksi semacam zina ,riba atau risywah adalah dengan mensedekahkan untuk fakir miskin atau fasilitas umum atau baitulmaal (kas negara).
عَنْ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ اسْتَعْمَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا مِنْ الْأَزْدِ يُقَالُ لَهُ ابْنُ الْأُتْبِيَّةِ عَلَى الصَّدَقَةِ فَلَمَّا قَدِمَ قَالَ هَذَا لَكُمْ وَهَذَا أُهْدِيَ لِي قَالَ فَهَلَّا جَلَسَ فِي بَيْتِ أَبِيهِ أَوْ بَيْتِ أُمِّهِ فَيَنْظُرَ يُهْدَى لَهُ أَمْ لَا وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يَأْخُذُ أَحَدٌ مِنْهُ شَيْئًا إِلَّا جَاءَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَحْمِلُهُ عَلَى رَقَبَتِهِ إِنْ كَانَ بَعِيرًا لَهُ رُغَاءٌ أَوْ بَقَرَةً لَهَا خُوَارٌ أَوْ شَاةً تَيْعَرُ ثُمَّ رَفَعَ بِيَدِهِ حَتَّى رَأَيْنَا عُفْرَةَ إِبْطَيْهِ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ ثَلَاثًا
Dari Abu Humaid Assa’idy ra berkata Naby SAW pernah mempekerjakan seorang dari bani azd bernama ibnul utbiyyah untuk mengumpulkan zakat maka saat sampai Madinah ia berkata ini zakat kalian dan ini hadiah untukku.Maka naby SAW bersabda ; Mengapa dia tidak duduk saja di rumah ayah atau ibunya lalu apakah akan ada hadiah yang datang padanya?Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah seorang mengambil sedikit dari harta tersebut kecuali akan datang pada hari kiamat dengan memikul di atas pundaknya, jika ia adalah seekor onta maka ia bersuara onta ,jika ia seekor sapi maka ia bersuara sapi jika ia seekor kambing maka ia akan mengembik kemudian beliau mengangkat tangannya hingga kami melihat putih ketiak beliau sambil berkata ; Ya Alloh , bukankah aku telah menyampaikan 3X.(HSR.Bukhary Muslim).
   Naby SAW tidak memerintahkan ibnul utbiyyah untuk mengembalikan hadiah yang diambil kepada pemberinya.Namun tentunya ia berkewajiban melepaskan diri dari harta yang bukan haknya.
Wallohu a’lam bishowab.


Bintaro, 10 oktober 2012
AbdulHakim Muhammad Mukhlish

Sabtu, 15 September 2012

Kemuliaan Jiwa Seorang Muslim


بسم الله الرحمن الرحيم
Disusun oleh ; Abdul Hakim Lc
Segala puji bagi Alloh , sholawat serta salam semoga selalu terlimpah bagi Rasululloh, shohabat dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman .
  • Banyaknya pembunuhan adalah tanda akhir zaman


1.       Dari Abu Musa al asy’ary dan ibnu mas’ud radhiyallohu anhuma ;bersabda Naby shollallohu alaihi wa sallam ; sesungguhnya sebelum hari kiamat ada hari-hari yang turun padanya kejahilan, diangkat darinya ilmu dan banyak alharoj, alharoj adalah pembunuhan ( HSR. Bukhary )
2.       Dari anas bin malik radhiyallohu anhu ; bersabda Naby shollallohu alaihi wasallam ; sesungguhnya termasuk tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu, ditetapkannya kejahilan,diminum khamr dan tampak zina ( HSR.Bukhary )
3.       Dari abu Hurairoh rodhiyallohu anhu ; bersabda Naby shollallohu alaihi wa sallam ; semakin dekat zaman ( menuju kiamat ), berkurang amal, dilemparkan ( kepada hati manusia) kebakhilan, tampak fitnah ( kekacauan ), dan banyak terjadi alharoj.Mereka bertanya; ya rasululloh , apakah alharoj itu ? Beliau bersabda : pembunuhan, pembunuhan ( HSR. Bukhary )
·         Ancaman terhadap dosa membunuh
1.Membunuh adalah dosa yang berada satu tingkat di bawah kesyirikan.
قال تعالى: { وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا * يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا }( الفرقان 68-69)
68. dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),
69. (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam Keadaan terhina ( QS.Al Furqon 68 – 69 )

2.Membunuh adalah dosa yang mendapat ancaman terbesar dalam AlQuran

{ وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا }( النساء 93 )
93. dan Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. ( QS.Annisa 93 )
3.Pembunuhan adalah perkara yang sangat sulit dihadapi seorang di hari akhir.
 Dari Ibnu Umar radhiyallohu anhu bahwa Naby shollallohu alaihi wasallam bersabda : seorang mukmin senantiasa berada dalam kemudahan dalam urusan agamanya selama tidak menumpahkan darah yang haram ( HSR.Bukhary )
4.Sangat sulit mendapat ampunan Alloh
Dari Muawiyah radhiyallohu anhu bersabda Naby shollallohu alaihi wasallam : seluruh dosa diharapkan mendapat ampunan Alloh kecuali seorang yang mati dalam keadaan musyrik atau yang membunuh mukmin dengan sengaja ( HR.Ahmad dan Abu Dawud dan Tirmidzy dishahihkan sanadnya oleh syaikh Albany rahimahulloh )
5.Disebut  sebagai kekufuran
Naby shollallohu alaihi wasallam bersabda : mencaci seorang  muslim adalah kefasikan dan memeranginya adalah kekufuran ( Muttafaq alaih)
6.Pembunuhan lebih besar disisi Alloh dari hancurnya dunia
Dari Buraidah radhiyallohu anhu Naby shollallohu alaihi wasallam bersabda : pembunuhan seorang mukmin lebih besar di sisi Alloh daripada hancurnya dunia (HR.Nasa’iy )
7.Alloh akan membalas dosa pembunuhan
Bersabda Naby shollallohu alaihi wasallam : jika penduduk lagit dan bumi bersatu untuk membunuh seorang mukmin niscaya Alloh telungkupkan mereka semua di neraka ( HR.Tirmidzy )
8.Dosa pertama yang dilakukan anak Adam adalah pembunuhan
Bersabda Naby shollallohu alaihi wasallam ;tidaklah terbunuh satu jiwa kecuali anak adam yang pertama akan mendapat bagian dosa karena ia yang pertama kali mencontohkan pembunuhan (HSR.Bukhary Muslim )
9.Dosa yang pertama kali dihisab di hari akhir
Dari Abu Hurairoh radhiyallohu anhu bersabda Naby shollallohu alaihi wasallam ; awal (perkara) yang disidangkan di hari kiamat adalah perkara darah (pembunuhan )( HSR.Bukhary Muslim)
Hadits ini tidak bertentangan dengan hadits Abu Hurairoh radhiyallohu anhu Naby shollallohu alihi wasallam bersabda : awal yang dihisab dari seorang hamba adalah sholat .sebab dalam hak Alloh yang pertama dihisab adalah sholat sedang dalam hak hamba yang pertama dihisab adalah pembunuhan .
10.Persidangan pembunuhan
Dari Ibnu Abbas radhiyallohu anhu bahwa Naby shollallohu alaihi wasallam bersabda ; datang sorang yang dibunuh pada hari kiamat dalam keadaan uratnya mengucurkan darah ia menyeret pembunuhnya untuk berdiri di hadapan Alloh, kemudian ia berkata : wahai Robb,tanyakan kepada orang ini kenapa ia membunuhku !! ( HR.Nasa’iy )
11.Pembunuhan membabi buta
Dari abu Hurairoh radiyallohu anhu Naby shollallohu alaihi wasallam bersabda : barangsiapa keluar (memerangi ) umatku, membunuh orang baik dan jahatnya dan tidak berhati-hati dari orang mukmin serta tidak menepati perjanjian dengan pihak yang lain maka ia bukan termasuk (golongan)ku dan aku bukan termasuk (golongan ) dia ( HSR.Muslim )
12.Larangan membunuh kafir  yang mendapat jaminan keamanan
Dari Amr alkhuza’y radhiyallohu anhu bahwa Naby shollallohu alaihi wasallam  bersabda : barang siapa telah memberi jaminan keamanan kepada seorang lalu ia membunuhnya maka aku berlepas diri dari pembunuh itu walaupun yang dibunuh seorang kafir ( HR.Bukhary dalam tarikh dan Nasa’iy )
13.Dari Abdullah bin Amr radhiyallohu anhu bersabda Naby shollallohu alaihi wasallam ; barang siapa membunuh kafir mu’ahid (yang mempunyai perjanjian damai) tidak akan mencium bau surga padahal bau surga bisa didapat dari jarak 40 tahun (HR.Ibnu Majah dishahihkan syaikh Albany )
14,Ibnu Umar radhiyallohu anhu berkata ; sesungguhnya termasuk perkara yang membinasakan yang tidak ada jaan keluar bagi yang terjatuh ke dalamnya adalah menumpahkan darah tanpa alasan yang dibenarkan .
·                     Jenis pembunuhan
1.Pembunuhan sengaja                                                   : Qishosh / balas
2.Pembunuhan tidak sengaja
a. muslim                                                 :  membebaskan budak dan diyat ( denda seharga 100 unta )
b.muslim tinggal di negeri kafir harby /musuh              : membebaskan budak
c. muslim tinggal di negeri kafir yang berdamai            : membebaskan budak dan diyat
Jika tidak mampu maka berpuasa 2 bulan berturut-turut
قال تعالى:{وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَنْ يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلَّا خَطَأً وَمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَأً فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ وَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَى أَهْلِهِ إِلَّا أَنْ يَصَّدَّقُوا فَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ عَدُوٍّ لَكُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ وَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ فَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَى أَهْلِهِ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةً مِنَ اللَّهِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا (92) وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا (93) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا ضَرَبْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَتَبَيَّنُوا وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَى إِلَيْكُمُ السَّلَامَ لَسْتَ مُؤْمِنًا تَبْتَغُونَ عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌ كَذَلِكَ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلُ فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوا إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا (94)  [النساء ]
92. dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja)[334], dan Barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat[335] yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah[336]. jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada Perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, Maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya[337], Maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.
93. dan Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.
94. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, Maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu[338]: "Kamu bukan seorang mukmin" (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. begitu jugalah Keadaan kamu dahulu[339], lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, Maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS.Annisa 92 -94 ).
·         Pembunuhan yang diizinkan

{ وَلا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ } [الأنعام:151].
-         Artinya ; dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar (QS.Al An’am 151 )
-         Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallohu anhu berkata bersabda Naby shollallohu alaihi wa sallam : tidak halal darah seorang muslim yang bersyahadat La ilaaha illalloh Muhammad rosululloh kecuali karena salah satu dari tiga hal ; jiwa dibalas jiwa ,pezina yang telah menikah , dan seorang yang keluar dari islam ( murtad )( HSR.Bukhary Muslim )


{ وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُوْلِي الأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ } [البقرة:179] .
-         179. dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, Hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.(QS.AlBaqoroh 179 )
           -        Dari Ibnu Abbas radhiyallohu anhu Naby shollallohu alaihi wasallam bersabda : barang siapa merubah agamanya ( murtad ) maka bunuhlah dia (HSR. Bukhary ) 

·                     Taubat bagi pembunuh
1.Alloh berfirman
{قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ } [الزمر: 53]
53. Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa[1314] semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.( QS.Zumar 53 )
2.Alloh berfirman
{وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (68) يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (69) إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (70)} [الفرقان : 68 - 70]
68. dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), 69. (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam Keadaan terhina, 70. kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS.AlFurqon 68 – 70 )
3.Hadits  Naby shollallohu alaihi wasallam
Dari Abu Said Saad bin Malik bin Sinan Alkhudzry radhiyallohu anhu bahwa Naby shollallohu alaihi wasallam bersabda ; Ada pada orang sebelum kalian sorang yang telah membunuh 99 nyawa lalu ia bertanya tentang orang yang paling berilmu agama dari penduduk bumi maka ia ditunjukkan kepada seorang rahib ( ahli ibadah ), lalu ia mendatanginya kemudian berkata ; sesungguhnya ada seorang yang telah membunuh 99 nyawa ( apakah ia bisa diterima ) taubatnya ?( rahib ) itu menjawab ; tidak ! lalu ia membunuh ( rahib ) itu maka genaplah menjadi 100 nyawa.Kemudian ia bertanya tentang orang yang paling alim diantara penduduk bumi, lalu ia ditunjukkan kepada seorang berilmu lalu bertanya : seorang yang telah membunuh 100 nyawa maka ia masih bisa ( diterima ) taubatnya ?Alim tersebut menjawab ; ya ,siapa yang mamou menghalangi antara dia dan taubat ? pergilah ke negeri fulan karena di sana dada orang-orang yang beribadah kepada Alloh maka beribadahlah kepada Alloh bersama mereka dan janganlah engkau kembali ke negerimu karena ia adalah negeri yang buruk.Maka pergilah orang tersebut sampai ketika ia  tiba di pertengahan  jalan, ia meninggal.Maka berselisihlah malaikat rahmat dan malaikat adzab.Malaikat rahmat berkata : Ia telah datang dengan menghadapkan hati kepada Alloh Ta’ala.Malaikat adzab berkata ; ia belum beramal kebaikan sedikit pun.Maka datanglah malaikat dalam bentuk manusia maka ia dijadikan hakim antara keduanya.Lalu ia berkata ukurlah jarak antara dua negeri tersebut, maka kemana ia lebih dekat maka ia termasuk padanya.Maka mereka mengukurnya lalu mendapatinya lebih dekat kepada negeri yang ia tuju maka ia dibawa malaikat rahmat ( HSR. Bukhary Muslim )
Dalam sebuah riwayat ; maka ia lebih dekat kepada negeri yang baik seukuran satu jengkal
Dalam riwayat lain ;Maka Alloh mewahyukan kepada bumi yang ini untuk menjauh dan bumi yang itu untuk mendekat
Dalam sebuah riwayat ; ia miring dadanya ke arah negeri yang baik.
Wallohu a’lam bishowab.

Selasa, 14 Agustus 2012

Menempelkan Kaki Untuk Merapatkan Shaf


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله

Fenomena bersemangatnya para pemuda dalam mempelajari sunnah Naby Shollallohu alaihi wasallam adalah hal yang patut di syukuri.Namun demikian sunnatulloh telah menggariskan bahwa hamasah/ semangat pemuda haruslah dibimbing oleh hikmah/ ilmu dan kebijakan  masyayikh/orang tua. Termasuk sunnah naby shollallohu alaihi wasallam yang dimasyarakatkan oleh para pemuda adalah meluruskan dan merapatkan shof dalam sholat jamaah.Dalil – dalil yang datang dalam syariat dalam masalah ini pun tidak dapat lepas dari perlunya bimbingan para ulama rasikhin dalam mempraktekkannya agar tidak menyelisihi pemahaman dan praktek para salafuna shalih.
Sunnah –sunnah dalam meluruskan shof
1.Meluruskan agar tidak ada dada seorang pun yang lebih maju dari shof.Beliau shollallohu alaihi wasallam mengungkapkannya dengan tiga jenis kata ; استووا, اعتدلوا, أَقيموا الصف.Hal ini diamalkan dengan cara menjadikan setentang antara leher, pundak dan mata kaki.
2.Mengisi tempat kosong sehingga tidak tersisa tempat kosong.Lafadz beliau shollallohu alaihi wasallam adalah;               (سُدُّوا الخلل)                ; tutuplah celah
لا تذروا فرجات للشيطان;jangan biarkan ada celah untuk syaithon.
Dan ini diamalkan dengan mengisi tempat yang masih kosong sehingga rapat dan rapi.
3.Menyambung antar shof dan menyempurnakan tiap shof.Lafadz yang beliau sollallohu alaihi wasallam gunakan adalah;
: ((أَتموا الصف الأَول فالأَول)), sempurnakanlah shof depan dahulu lalu yang berikutnya.
  من وصل صفاً وصله الله ومن قطع صفاً قطعه الله ; siapa yang menyambung shof maka Alloh akan menyambungnya (dengan rahmat-Nya) dan siapa yang memutus shof maka Alloh akan memutusnya ( dari rahmatNya).
Termasuk kesalahan dalam cara merapatkan shof adalah menempelkan kaki dengan orang yang di sampingnya terus menerus hingga akhir sholat.
 Kesalahan  ini berpangkal dari salah memahami  ucapan seorang shahabat  mulia yaitu Nu’man bin Basyir rodhiyallohu anhu;
رأَيت الرجل منا يلزق كعبه بكعب صاحبه ; saya melihat seorang dari kami menempelkan mata kakinya dengan mata kaki saudaranya.
Ucapan ini diriwayatkan oleh ;
1.Bukhory secara muallaq (tanpa sanad).Beliau memberi judul ; Bab menempelkan bahu dengan bahu, telapak kaki dengan telapak kaki dalam shof.
Dan dengan lafadz ;
فرأيت الرجل يُلزق منكبه بمنكب صاحبه, وركبته بركبة صاحبه, وكعبه بكعبه ;saya melihat seorang dari kami menempelkan bahunya  dengan bahu saudaranya , lututnya dengan lutut dan mata kaki dengan mata kaki, diriwayatkan oleh ;
2.Abu Dawud dalam sunannya no 648
3.Ibnu Khuzaimah dalam shohihnya no 160
4.Daruquthny dalam sunannya 1/282.
Dan dengan lafadz ;
وكان أحدنا يلزق منكبه بمنكب صاحبه وقدمه بقدمه ; salah seorang dari kami menempelkan pundaknya dengan pundak saudaranya dan telapak kaki dengan telapak kaki.
Dari Anas bin Malik rodhiyallohu anhu diriwayatkan Bukhory 1/254.
Bagaimanakah mempraktekkan kata “ menempelkan “ tersebut ?
1.Syaikh Muhammad bin Shalih  Al utsaimin rahimahulloh berkata ;
وهنا مسألة : وهي أن بعض الناس - أخيراً - لحرصهم على السنة ، وتطبيق السنة ، أخطؤوا في فهم السنة ، فصاروا يظنون أن قول الصحابة : )) حتى يلزق الرجل كعبه بكعب أخيه (( أن معناه : أن تفرج بين رجليك ، وهذا غلط ، ولو كان هذا هو المراد لقال : حتى كان الرجل يفرج بين رجليه حتى يمس كعبه كعب صاحبه . وهذا غير مراد بلا شك ، ولو كان هو المراد لبُيِّن، وإنك لتأتي بعض المساجد يتخذون هذا هو السنة ، وعليهم بنطلونات ، فتجدهم كأنهم أهرام . وهذا غير صحيح ، ولهذا قال عمر - رضي الله عنه - لأبي موسى : ( الفهم الفهم فيما يلقى إليك ) فلازم أن تفهم النصوص على مراد الله ورسوله . ولكن هل المراد بالتراص : التراص الذي يشق فيه الإنسان على أخيه ؟ الجواب : لا ، لأن هذا يؤذي أخاك ، ويفوته مثلاً التورك ، ويفوته الجلوس بطمأنينة ، فالمراد بالتراص  أن لا يكون بينكما فرج ، أما أن ترصه حتى إنه يتأذى بهذا ، فهذا غلط
‘’Di sini ada masalah penting; yaitu sebagian orang-akhir-akhir ini- karena semangatnya mereka kepada sunnah dan mempraktekkan sunnah, salah dalam memahami sunnah,mereka mengira ucapan shahabat ‘’sampai seorang menempelkan mata kakinya dengan mata kaki saudaranya’’ bermakna bahwa engkau harus merenggangkan kedua kakimu, ini adalah salah.Jika ini yang dimaksud, tentu lafadznya adalah; sampai seorang merenggangkan kedua kakinya hingga matakakinya menyentuh mata kaki saudaranya.Dan tidak ragu lagi bahwa ini bukanlah yang dimaksud, karena jika itu maksudnya tentu akan dijelaskan demikian.Jika kalian mendatangi sebagian masjid yang menganggap ini sebagai sunnah, yang karena mereka memakai celana panjang (saja saat sholat), kalian akan dapati mereka seperti (bentuk segitiga) piramida.Ini tidak benar, karena itulah Umar berkata kepada Abu Musa Al asy’ary rodhiyallohu anhu ;’’ pahamilah (dengan benar ) apa yang disampaikan kepadamu (dari dalil)’’.Maka wajiblah memahami dalil-dalil sesuai dengan maksud Alloh dan RasulNya.Apakah yang dimaksud dengan merapatkan  hingga seorang mempersempit saudaranya? Jawabnya; tidak, karena ini mengganggu saudaramu, sulit baginya duduk tawarruk dengan thuma’ninah.Maka yang dimaksud dengan merapatkan adalah tidak meninggalkan celah, adapun merapatkan hingga mengganggu maka ini adalah SALAH..(Syarhulmumti’1/4).
Beliau rahimahulloh menjelaskan praktek yang benar dalam menempelkan kaki dengan ucapan beliau ;
أي أن كل واحد منهم يلصق كعبه بكعب جاره لتحقق المحاذاة وتسوية الصف، فهو ليس مقصوداً لذاته لكنه مقصود لغيره كما ذكر ذلك أهل العلم، ولهذا إذا تمت الصفوف وقام الناس ينبغي لكل واحد أن يلصق كعبه بكعب صاحبه لتحقق المساواة، وليس معنى ذلك أن يلازم هذا الإلصاق ويبقى ملازماً له في جميع الصلاة

“yaitu setiap orang menempelkan mata kakinya dengan mata kaki orang yang di sampingnya  agar  shof benar-benar lurus dan rata.Menempelkan ini bukanlah maksud namun tujuannya adalah untuk meluruskan shof seperti yang dijelaskan para ulama.Karena itulah jika shof telah sempurna dan manusia telah berdiri hendaknya setiap orang menempelkan mata kakinya dengan mata kaki saudaranya agar shof benar-benar lurus, dan bukan berarti terus menerus menempelkan kaki hingga akhir sholat…”( majmu fatawa wa rasail 13/33).
Dalam kesempatan yang lain beliau rahimahulloh berkata ;
“merenggangkan kedua kaki (saat sholat ) jika menyebabkan celah antara shof dimana antara seorang dengan yang di sampingnya terlihat terbuka dari atas, maka hal itu ( hukumnya ) makruh.Karena menyelisihi perintah Naby shollallohu alaihi wa sallam untuk merapatkan shof, dan karena ia membuka celah (di bawah kakinya ) yang masuk setan – setan padanya…(padahal) Naby shollallohu alaihi wa sallam tidak bersabda ;”renggangkanlah antara kedua kaki kalian”,tidak pula (pernah) bersabda “ tempelkanlah pundak dengan pundak dan telapak kaki dengan telapak kaki” hanya para sahabat melakukan hal itu untuk memastikan lurusnya shof…( 16/1/1404  H, majmu fatawa warrosail ibn utsaimin 13/17).
2.Syaikh Bakr abu zaid rahimahulloh menjelaskan ;
وكل هذا يعني: المصافة, والموازاة, والمسامتة, وسد الخلل, ولا يعني العمل على ((الإِلزاق)) فإِن إِلزاق العنق بالعنق مستحيل, وإِلزاق الكتف بالكتف في كل قيام, تكلف ظاهر. وإِلزاق الركبة بالركبة مستحيل, وإِلزاق الكعب بالكعب, فيه من التعذر, والتكلف, والمعاناة, والتحفز, والاشتغال به في كل ركعة, ما هو بيِّن ظاهر. فتنبين أَن المحاذاة في الأَربعة: العنق. الكتف. الركبة. الكعب: من بابة واحدة, يُراد بها الحث على إِقامة الصف والموازاة, والمسامتة, والتراص على سمت واحد, بلا عوج, ولا فُرج, وبهذا يحصل مقصود الشارع.
“Seluruh dalil – dalil mengenai hal ini bermaksud ; meluruskan, meratakan , menutup tempat kosong , dan bukan dengan cara “menempelkan “, karena menempelkan leher dengan leher adalah mustahil, menempelkan pundak dengan pundak dalam setiap berdiri adalah takalluf yang nyata, menempelkan lutut dengan lutut adalah mustahil, menempelkan mata kaki dengan mata kaki adalah sulit, takalluf, menyusahkan,mengganggu dan menyibukkan di setiap rokaat, ini sangat jelas.Jadi jelaslah  bahwa meratakan itu pada empat hal ; leher,pundak,lutut, mata kaki, dengan cara yang sama, maksudnya adalah anjuran agar shof lurus dan rata, rapi, satu bentuk, inilah maksud pembuat syariat.( la jadiida fi ahkamisholat)
3.Ibnu Hajar rahimahulloh berkata ; “ maksud dari meluruskan shof adalah meratakan agar manusia berdiri dalam satu bentuk, atau untuk menutup tempat kosong di shof…”(Fathul bari 2/242).Kebenaran pemahaman Ibnu Hajar rahimahulloh tampak jelas karena memang Nu’man bin Basyir menceritakan hal tersebut setelah shahabat itu mendengar perintah Naby shollallohu alaihi wasallam untuk meluruskan shof, jadi menempelkan tersebut adalah untuk mengecek kelurusan seorang dengan yang di sampingnya dan bukan untuk terus menempel hingga akhir sholat.
3.Alkhothoby rohimahulloh ( ma’alimussunan 1/162) ketika menjelaskan hadits Abu Dawud dari ibnu Abbas rodhiyallohu anhu “yang terbaik di antara kalian adalah yang paling lembut pundaknya bagi saudaranya’’,berkata; maknanya adalah agar seorang tenang dalam sholat dan thuma’ninah dan agar pundaknya tidak menyenggol dan menyentuh pundak saudaranya”.
4.Demikian pula Lajnah Daimah menjawab ketika ditanya tentang hal ini  (8/14, fatwa no 4582),mereka mengatakan;
وقال أنس رضي الله عنه: كان أحدنا يلزق قدمه بقدم صاحبه. والمقصود من هذا سد الفرج واستقامة الصف. فينبغي التواصي بذلك، مع عدم إيذاء بعضهم بعضا.
“maksud dari ucapan ini (menempelkan) adalah menutup celah dan meluruskan shof “.
5.DR.Abdulloh bin Sholih Alfauzan hafidhohulloh berkata ( minhatulallaam 1/324) ; adapun menempelkan kaki dengan kaki seperti yang dipraktekkan sebagian orang maka ini mengganggu orang lain,sibuk dan menyibukkan orang lain,repot dengan sesuatu yang tidak disyariatkan, memperbanyak gerakan,dan memperhatikan hal ini setiap bangkit dari sujud menyibukkan orang yang di samping untuk mendapatkan kakinya, dan juga menyebabkan lebarnya jarak yang tampak jika makmum turun sujud,sebagaimana juga menyebabkan mengambil tempat kaki oranglain tanpa hak…dan tidak ada dalilnya,karena maksud ucapan Anas bin Malik dan Nu’man bin Basyir rodhiyallohu anhuma- sebagaimana yang disebutkan ibnu Hajar- adalah bersangat dalam meluruskan shof dan menutup celah serta meratakannya.
Demikian,semoga bermanfaat.Wallohu A’lam bishowab.
Bintaro ,September 2011
Abdul Hakim gba (guru bahasa arab).